headerphoto

Jumlah Keluarga Tahun 2003

Jumlah Keluarga
Tahun 2003

Prop. : SUMATERA SELATAN
Kab. : BANYUASIN
Kec. : MAKARTI JAYA
Desa Keluarga
UPANG JAYA 546
UPANG 1,527
SALEK MAKMUR/SALEK AGUN 815
SALEK MUKTI 676
SALEK JAYA 693
SALEK MULYA 598
UPANG MAKMUR 551
PANGESTU 770
MAKARTI JAYA 1,112
TIRTA KENCANA 588
TIRTA MULYA 723
PENDOWO HARJO 522
Jumlah 9,121
Sumber : BPS, Podes 2003

Bendungan Jebol Sejak Tahun 1998

Daerah Sumatera Selatan
Bendungan Jebol Sejak 1998
Minggu, 09/03/2008

PANGKALAN BALAI (SINDO) - Ironis.Bendungan Sungai Gelung di Desa Tirta Kencana dan Desa Pendowo Harjo, Kec Makarti Jaya, Banyuasin, yang jebol sejak 1998, belum pernah diperbaiki.

Akibatnya, sebanyak 150 hektar sawah dan puluhan rumah warga terendam banjir hingga membuat aktivitas bercocok tanam petani setempat lumpuh total. Ahmadi, 41, warga Desa Tirta Kencana mengatakan, jebolnya bendungan penahan air tersebut lantaran pendangkalan yang terjadi pada saluran primer dan sekunder.

Anehnya, kendati petani telah beberapa kali mengajukan perbaikan bendungan tersebut,kepada Pemkab Banyuasin melalui Kades dan Camat,namun sampai saat ini belum ada realisasinya sama sekali.

Menurut Ahmadi, sepanjang tahun, sejak 1998, sebanyak 150 hektar sawah milik petani dan puluhan rumah warga terendam banjir setinggi 1 meter ketika air sungai sedang pasang atau setinggi pinggang orang dewasa. Sedangkan ketika air sungai surut, ketinggian banjir mencapai 0,5 meter atau sebatas lutut orang dewasa.

Akibatnya, sebagian petani setempat terpaksa menyewa lahan milik warga di desa tetangga yaitu Desa Sungai Semut, untuk bisa bercocok tanam dengan sistem bagi hasil. Sedangkan sebagian lainnya terpaksa merantau untuk mencari pekerjaan lain guna menyambung hidup.

“Selain itu ada juga yang menanam kelapa di tempat sawah yang terendam banjir tersebut, namun untuk menunggu kelapa berbuah sangat lama sekitar 5 tahun lebih,” ujarnya gundah. Hal senada dikatakan Ahmad, 34, petani lainnya. Dia mengatakan, masalah para petani di Makarti Jaya ini sangat komplek.

Selain saluran irigasi banyak yang rusak, masalah benih padi dan permodalan juga menjadi kendala petani. Saat ini banyak petani di Makarti Jaya yang terjerat sistem ijon, karena petani tidak mempunyai modal sendiri untuk menggarap sawahnya. Bunga yang dikenakan untuk meminjam modal tersebut juga sangat besar.

Dari modal sekitar Rp1 juta yang dipinjam, petani harus mengembalikan uang tersebut sebesar Rp1,5 juta dalam jangka waktu 4 bulan. Belumlagimasalahproduksi padi yang turun akibat banjir, hama dan benih padi yang jelek serta masalah petani ketika panen yaitu anjloknya harga gabah dan beras.

“Kami minta agar Pemkab Banyuasin dapat segera memperbaiki bendungan yang jebol tersebut sehingga petani dapat menanami lagi sawah milik mereka. Karena kalau tidak nasib petani akan semakin menderita,” pintanya.

Bupati Banyuasin Amiruddin Inoed, ditanya soal bendungan yang jebol, mengatakan perbaikan bendungan tersebut telah dimasukkan dalam program perbaikan saluran. Karena meluapnya air bukan karena bendungan yang kurang tinggi, akan tetapi karena adanya pendangkalan. Sehingga aliran air tidak lancar dan meluap ke daerah sekitarnya. Perbaikan tersebut sudah diajukan untuk dianggarkan pada tahun anggaran 2008 melalui program tahun jamak.

“Karena memang perbaikan tersebut sangat mendesak baik primer, sekunder maupun tersier.Apalagi pendangkalan tersebut telah menyebabkan berkurangnya produktifitas hasil pangan dan juga telah mengganggu arus transportasi sungai,”ujarnya. (yopie cipta raharja)


Guru Honor Minta Diangkat

Daerah Sumatera Selatan
Guru Honor Minta Diangkat
Rabu, 21/11/2007

PANGKALAN BALAI (SINDO) – Warga Kec Makarti Jaya, Kab Banyuasin, meminta Bupati Banyuasin H Amiruddin Inoed untuk lebih memprioritaskan para guru honor untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Sebab, selama ini masih banyak guru yang bertugas di wilayah tersebut masih berstatus honor. Padahal, para guru tersebut telah bekerja puluhan tahun. Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Makarti Jaya Syam Amir Muchtar mengatakan, dia berharap para guru honor di desanya dapat secepatnya diangkat menjadi PNS. Karena dengan gaji yang sangat minim,para guru honor tersebut merasakan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. ”Mereka itu sering mengeluh kepada saya karena selama ini belum ada perhatian yang khusus dari pemerintah setempat.

Dan mereka juga berharap agar pemerintah, khususnya Bupati Banyuasin dapat mengangkat mereka menjadi PNS. Padahal,mereka itu sudah lama menjadi guru di desa kami,”kata Syam pada acara pelantikan Kades dan BPD se-Kec Makarti Jaya dan Talang Kelapa,kemarin di Desa Pendowo Harjo, Kec Makarti Jaya,Kab Banyuasin. Bahkan menurut Sunarto, ada beberapa guru honor yang bertugas di desanya berasal dari Palembang. Akibatnya, biaya operasional pun sangat besar, sehingga guru tersebut harus menginap di salah rumah warga.Karena jika tidak, dikhawatirkan para siswa tidak bisa belajar.

Menanggapi hal tersebut Kadiknas Banyuasin M Isnaini mengatakan, hingga tahun 2007 guru honor di Banyuasin sebanyak 627 orang.Sementara Banyuasin memiliki formasi honor yang diangkat menjadi PNS sebanyak 660. Dirinya tidak mengetahui berapa jumlah guru honor yang akan menjadi PNS. ”Mudah-mudahan saja semuanya dapat diangkat menjadi PNS. Namun yang ingin saya tekankan, apakah mereka itu guru honor APBN dan APBD ataukah honor komite. Karena sesuai PP 48/2006 honor yang akan diangkat adalah honor APBD dan APBN terakhir tahun 2005,” sebutnya. (jemi astuti)

Tradisi Bali yang Lestari di Banyuasin

Tak banyak yang tahu kalau nun jauh di pelosok perairan Kab Banyuasin,Sumsel, ada satu tradisi tari adat Bali yang kini tetap terjaga dan terpelihara.

TARIAN itu Tabuka Kesakralan. Demikian tarian tersebut dinamakan. Sampai sekarang jenis tarian tersebut masih sering ditampilkan masyarakat transmigrasi asal Bali yang sudah lama menetap di Desa Pendowo Harjo, Kec Makarti Jaya, Kab Banyuasin. Tarian penghormatan terhadap tamu itu sengaja ditampilkan saat menyambut tamu-tamu penting dan pejabat pemerintahan.

”Kita senang budaya Bali bisa diterima di Banyuasin dan budaya ini akan tetap ada sampai kapan pun. Karena dengan budaya, manusia ada rasa. Dengan rasa, akan timbul cinta dan kasih sayang sesama manusia. Manusia bermacam-macam, ada Bugis, Bali, Sumatera, dan Jawa. Ada pula agama Islam, Buddha, Hindu, Kristen. Semuanya hanya bisa disatukan dengan seni budaya,” kata Made Teguh, 40, tokoh masyarakat Bali di Banyuasin.

Pria yang kini memimpin Sanggar Seni Bunga Tujung Tabuka Bleganjur, sanggar yang biasa memainkan tari Tabuka Kesakralan tersebut.

Mengaku sengaja menampilkan tarian tersebut dengan tujuan untuk memperkenalkan tradisi Bali dan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang datang supaya merasa senang selama berada di tengah komunitas masyarakat Bali yang berada di Banyuasin. Pimpinan Sanggar Seni Bunga Tujung Tabuka Bleganjur Made Teguh mengatakan, budaya Bali hadir di Banyuasin khususnya di Desa Pendowo Harjo, Kec Makarti Jaya sejak satu tahun lalu.

Para pemainnya berasal dari para transmigran asal Pulau Dewata. Menurut Made, tarian yang terkenal untuk menyambut para tamu kehormatan adalah Tabuka Kesakralan. Tarian ini khusus menyambut para tamu yang hadir di desa atau lingkungan masyarakat. Dengan tarian tersebut, para tamu diharapkan merasa senang berada di tempat tersebut.

”Tarian ini asli dari Bali. Para budayawan kita dulu berharap agar para masyarakat, khususnya yang datang dari luar negeri atau turis, merasa nyaman berada di Bali. Begitu juga dengan tamu yang datang ke desa kami ini. Seperti kunjungan bupati dan rombongannya. Setiap ada pertujukan pun kami menyajikan tarian ini.Seperti kalau di Palembang, ini kan tarian penyambutan tamu adalah tari Tanggai atau Gending Sriwijaya,” ungkap Made.

Hal senada turut disampaikan Nyoman Darna, 49, salah seorang penari. Menurut dia, tarian tersebut telah beberapa kali tampil pada acara-acara resmi. Seperti di Jalur 8 Air Saleh pada saat penyambutan kunjungan kerja (kunker) gubernur Sumsel.Tarian tersebut pernah tampil pula di Kota Palembang pada acara Ikatan Keluarga Besar Kampung Bali, beberapa waktu lalu.

”Walau tinggal di desa, kami juga tetap ikut pada persatuan keluarga Bali. Karena dengan bergabung pada ikatan tersebut,budaya Bali yang kami miliki selama ini tetap terjaga. Dari pertemuan-pertemuan tersebut, kami akan mengetahui apakah ada tarian baru dan pertunjukan yang dapat kami ikuti,” ungkap Nyoman.

”Mengenai pakaian untuk tampil, kebetulan semua anggota adalah orang Bali sehingga kami tidak merasa kesulitan untuk mencari pakaian tarian. Selama ini juga kami mendapatkan bantuan dari Depag pusat, berupa alat-alat tarian. Bahkan, beberapa waktu lalu bupati Banyuasin juga memberikan bantuan uang pembinaan sebesar Rp10 juta,” katanya.

Dia berharap Pemkab Banyuasin dapat membantu untuk melestarikan kesenian Bali tersebut. Karena letaknya yang jauh dari perkotaan maka tidak semua orang tahu kalau di daerah perairan Banyuasin memiliki budaya Bali.

”Kami sangat ingin mengadopsi tarian dari Sumsel, khususnya dari Banyuasin, untuk digabungkan dengan tarian Bali. Karena dengan demikian, suatu tarian akan semakin indah dan penuh makna. Mudah- mudahan saja hal ini akan segera terwujud,” ucap Nyoman Made. (sindo)

visi dan misi

VISI DAN MISI KABUPATEN BANYUASIN

K

Kabupaten Banyuasin dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah11 .822, 99 Km 2yang terdiri dari 11 Kecamatan yaitu :

1.Kecamatan Banyuasin I,2 .Kecamatan Banyuasin II,3 .Kecamatan Banyuasin III,4 .Kecamatan Pulau Rimau,5 .Kecamatan Betung,6 .Kecamatan Rantau Bayur,7 .Kecamatan Talang Kelapa,8 .Kecamatan Muara Padang,9 .Kecamatan Rambutan,10 .Kecamatan Muara Telang dan11 .Kecamatan Makarti Jaya.

KABUPATEN BANYUASIN MEMPUNYAI BATAS-BATAS SEBAGAI BERIKUT :

Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Muara Jambi Propinsi Jambi dan Selat Bangka. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Air Sugihan dan Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sirah Pulau Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kota Palembang, Kecamatan Gelumbang dan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Muara Enim.

Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Lais, Kecamatan Sungai Lilin, dan Kecamatan Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin.

Secara geografis Kabupaten Banyuasin mempunyai kedudukan yang strategis jika ditinjau dari segi politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan dan telah menunjukkan perkembangan kemajuan yang cukup pesat.

Pada tahun 2000 jumlah penduduk Kabupaten Banyuasin654 . 286jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata1 , 04% pertahun

Pejabat Eselon

NAMA PEJABAT ESELON

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUASIN

NONAMA JABATAN
1 Drs. MUHAMMAD ISNAINI, M.Pd.
KEPALA DINAS
2 H. SULAIMAN, S.E.
KABAG TATA USAHA
3 Drs. H. HARUN SYAMSUDIN, M.Pd.
KABID LANJUTAN
4 AKHMAD GANI, S.H.,MM.
KABID DIKDAS
5 HERY AMIRUL, S.Pd. KABID DISKLOPORA
6 Dra. WARDAH
KABID PARIWISATA DAN SENI
7 ASWARI, S.Pd.
KASUBAG PERENCANAAN DAN PERLENGKAPAN
8
KASUBAG KEPEGAWAIAN DAN KEUANGAN
9 Drs. M. AKIP
KASI KURIKULUM LANJUTAN
10 Drs. HILMAN KASI TENTIS DAN SARPRAS LANJUTAN
11 Drs. AMIR HAMZAH
KASI KURIKULUM DIKDAS
12 SUPRIANTO, A.Md.
KASI TENTIS DAN SARPRAS DIKDAS
13 Drs. YAHIMUDDIN KASI PLS
14 Drs. ZULKIFLI KASI OLAHRAGA DAN PRAMUKA
15 RADEN GUNAWAN, A.Md.
KASI SENI BUDAYA
16 TRISNI, S.Sos. KASI PARIWISATA

Kepala SMAN di Banyuasin

DAFTAR NAMA KEPALA SMA NEGERI

DALAM KABUPATEN BANYUASIN

NO

NAMA SEKOLAH

NAMA KEPALA SEKOLAH

ALAMAT

1 SMAN 1 Muara Padang Desa Sumber Makmur Jlr.20 Asg
2 SMAN 2 Muara Padang Sulaiaman, S.Pd.
Desa Cendana Jalur 14 Asg.
3 SMAN 1 Banyuasin I Dra. Herawaty Jl. Sepakat No.96/7 Mariana
4 SMAN 1 Muara Telang Drs. Hajarati Must Jalur 8 UPT.4 Telang Jaya
5 SMAN 1 Makarti Jaya Drs. Mohd. Yakup Jl. Pelita Desa Tirta Mulya
6 SMAN 1 Banyuasin III Drs. Amirunas Jl. Bukit Indah Pkl. Balai
7 SMAN 1 Betung Drs. Sutarman Jl. Penghulu Ali Basir Link.I
8 SMAN 1 Talang Kelapa Drs. Sutarman Jl. Perintis Sukamoro
9 SMAN 1 Rambutan H. Habiburrahman, S.Pd. Jl. Sp. Rambutan
10 SMAN 1 Pulau Rimau Ahmad Rosyidi, S.Pd. Desa Rawa Banda P II P.Rimau
11 SMAN 1 Banyuasin II Drs. Taufik Jl. Eka Jaya Sungsang
12 SMAN Plus 2 Banyuasin III Drs. Sofran Nurrozi, S.Pd. Jl. KH. Sulaiman Pkl. Balai

Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin

DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN BANYUASIN

Alamat : JL. Merdeka No.09 Lingkungan V Pangkalan Balai

Telepon : 0711-891076

Faximile : 0711-891628

LUAS WILAYAH KABUPATEN BANYUASIN :

Kabupaten Banyuasin dibentuk berdasarkan Undang-Undang No. 6 Tahun 2002 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah 11.822, 99 Km2 yang terdiri dari 11 Kecamatan. Sebagian besar wilayah teridiri dari daerah perairan dengan jumlah penduduk sebanyak 639.016 jiwa yang pada umumnya ber-mata pencaharian pokok dari pangan, perkebunan karet, kelapa sawit dan perikanan.

JUMLAH SEKOLAH DAN SISWA

No Jenjang Sekolah Jumlah Sekolah Jumlah Siswa
1. SD Negeri

448

92.176

2 SD Swasta

2

236

3 SMP Negeri

30

12.636

4 SMP Swasta

36

5.444

5 SMA Negeri

11

3.715

6 SMA Swasta

16

2.775

7 SMK Negeri
-
-
8 SMK Swasta
-
-

Visi

Terwujudnya Institusi Pendidikan yang bermutu sebagai sarana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta menghasilkan sumber Daya Manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, Berbudi Pekerti Luhur, Sehat Jasmani dan Rohani, Berkualitas Tinggi, menguasai IPTEK, dan seni budaya.

Misi

  • Meratanya kesempatan memperoleh pendidikan pada semua jenjang dan jenis pendidikan bagi anak usia sekolah dalam kabupaten Banyuasin. Tersedianya sarana prasarana pendidikan yang memadai dan berkualitas. Tersedianya tenaga kependidikan yang berkualitas dan profesional dalam kabupaten Banyuasin.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kabupaten Banyuasin melalui sistem pembelajaran yang berkualitas yang didukung oleh sarana prasarana dan tenaga kependidikan yang memadai.
Tujuan
  • Meningkatkankesempatan memperoleh pendidikan bagi warga negara usia sekolah secara merata dalam Kabupaten Banyuasin. Meningkatkan Pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur yang berkaitan dengan pendidikan. Meningkatkan kualitas dan profesionalisasi tenaga kependidikan dalam Kabupaten Banyuasin. Memenuhi Kebutuhan tenaga kependidikan diseluruh kecamatan dan desa dalam kabupaten Banyuasin.
  • Meningkatkan kualitas sarana pendidikan berdasarkan skala prioritas.

Sasaran

  • Terlaksananya program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun sampai dengan 2003. Tersedianya tenaga guru dan tenaga administrasi sekolah yang berkualitas dan profesional. Tersedianya buku pelajaran pokok dengan rasio 1:1 pada semua jenis dan jenjang pendidikan. Meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap pendidikan.
  • Terpenuhinya sarana olahraga dan sarana seni serta alat pendidikan lainnya.